Kelurahan Ditotrunan, 16 September 2023
Di bulan Sapar masyarakat mempunyai tradisi yakni membuat jenang sapar. Jenang Sapar, sebuah hidangan tradisional Indonesia, memiliki lebih dari sekadar cita rasa yang lezat. Dibalik kelezatannya, jenang sapar juga mencerminkan filosofi yang dalam. Jenang sapar biasanya disajikan pada saat perayaan tradisional, upacara adat, atau momen-momen penting. Berikut adalah filosofi yang mungkin dapat dihubungkan dengan jenang sapar :
Dengan segala makna dan filosofi yang terkandung, jenang sapar tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.
Untuk kali pertama Kelurahan Ditortunan menggelar kegiatan warga bertajuk SAPAR AGUNG. Mereka membuat jenang sapar secara kolosal. Dengan semangat gotong royong warga mengolah semua bahan secara bersama-sama. Dan sejumlah 800 takir jenang sapar siap dibagikan kepada masyarakat Kelurahan Ditotrunan dan sekitarnya.
Acara berlangsung mulai pagi hingga malam hari yang diakhiri dengan kesenian warga. Ada festival Kebaya oleh ibu-ibu dan para remaja putri, serta iringan musik klasik dari warga.
Keberhasilan SAPAR AGUNG di Kelurahan Ditotrunan menjadi inspirasi bagi kita semua. Semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan kelurahan yang bersih, hijau, dan sejahtera. (tr’s)
Salam Sego Takir (Semangat Gotong Royong Nata Lan Mikir)
Kembali
Copyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh V.2020.1